Panen Perdana Bawang Putih Pinbas MUI Jatim Dihadiri Gubernur Khofifah

by MUI Jatim
0 comment 294 views

MUI Jatim | Bondowoso– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Sabtu (3/8) siang, menghadiri panen perdana bawang putih Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur  di desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.


Panen perdana ini merupakan hasil tanam pertama yang dimulai bulan Pebruari 2019.
“Panen ini agak terlambat, Karena baru kita mulai tanam bulan Pebruari. Biasanya tanam bawang di musim hujan, sekitar bulan Oktober-Nopember, ” ujar Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Ir Wahid Wahyudi, Wahid Wahyudi saat memulai sambutan.
Wahyudi menjelaskan, Pinbas MUI Jatim adalah satu satunya lembaga ekonomi di bawah MUI yang otonom, untuk mengenbangkan ekonomi berbasis syariah.
Ia menjelaskan, kebutuhan bawang putih di Jawa Timur cukup banyak, tetapi produksi masih kurang.
“Kebutuhan bawang untuk Jatim 5650 ton perbulan, tetapi yang bisa dipenuhi  hanya 3040 ton,  94 % sisanya, masih impor dari China.”
Karenanya ia mengajak semua pihak untuk ikut meningkatkan kualitas dan produksi, agar bawang putih lokal tidak hilang.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansah dalam sambutannya mengatakan, Mantan Menteri Sosial itu mengatakan, meski kualitas bawang putih yang dipanen ini belum layak disandingkan dengan bawang putih cutting sebab ukurannya terlalu kecil. Meski demikian, ia optimistis inisiasi MUI dalam penanaman bawang putih lokal ini akan memacu semangat ke depan Jatim bisa swasembada bawang putih.
Khofifah berharap, keputusan Kementerian Pertanian, tentang  Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) terkait kewajiban penanaman bawang putih sebanyak 5 persen dari total impor bisa dimanfaatkan mengisi tanam bawang putih lokal.
“Terima kasih MUI, atas inisiasinya mengenbangkan potensi masyarakat,” kata Khofifah di hadapan masyarakat, ulama dan petani bawang putih.
Ia siap menfasilitasi Pinbas-MUI untuk menemui investor asal Taiwan yang sudah beberapa hari mencari lokasi yang kayak untuk menanam bawang putih.
“Besuk pagi Pinbas MUI harus ke Surabaya  karena ada calon investor dari Taiwan. Sebelumnya saya sudah minta mereka tiga hal; bibit , teknologi dan pendampingan yang harus mereka siapkan,” ujarnya.
Sementara Kepala Perhutani Divisi Regional Jatim  Oman Suherman mengatakan, pihaknya siap menfasilitasi Pinbas MUI, untuk menfaatkan lahan agar bisa memberi kesejahteraan masyarakat.
Herman menambahkan, kerjasama Pinbas MUI dengan Perhutani ini adalah sharing kerjasama: 70 % untuk masyarakat, 20 kembali ke Pinbas, 10 % sisanya ke Perhutani.
Sebelum ini, melalui proyek percontohan program domba nasional (Prodombas) dengan memanfaatkan lahan hutan Perum Perhutani, Pinbas sudah berhasil mengenbangkan domba dan sapi.
“Menjelang Idul Adha ini kita sudah laku 8000 ekor domba, ” kata drh Haryo, penanggung jawab Prodombas. (Ahmad)

Related Posts

Leave a Comment