Home Fatwa Penjelasan MUI Jatim terkait “Fatwa Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19”

Penjelasan MUI Jatim terkait “Fatwa Ibadah dalam Situasi Wabah Covid-19”

by jatim
0 comment 1012 views

MUIJATIM-Mencermati perkembangan terakhir terkait dengan banyak pemberitaan yang salah sehubungan dengan fatwa MUI No. 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid 19, yang memunculkan salah faham terhadap fatwa MUI. Banyaknya pihak yang bertanya kepada Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur, maka Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur menyampaikan hal sebagai berikut:

 

PENJELASAN MUI PROVINSI JAWA TIMUR

TERKAIT DENGAN FATWA MUI NO. 14 TAHUN 2020

TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH

DALAM SITUASI TERJADI WABAH COVID 19

Mencermati perkembangan terakhir terkait dengan banyak pemberitaan yang salah sehubungan dengan fatwa MUI No. 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah Covid 19, yang memunculkan salah faham terhadap fatwa MUI, dibuktikan dengan banyaknya pihak yang bertanya kepada Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur, maka Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur menyampaikan hal sebagai berikut:

  1. Mengajak kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk membaca fatwa MUI secara cermat supaya tidak terjadi kesalahfahaman.
  2. Fatwa MUI tidak melarang orang melaksanakan shalat Jum’at atau menyuruh orang tidak shalat Jum’at, dengan alasan adanya wabah corona. Shalat Jum’at hukumnya wajib.
  3. Ada kondisi-kondisi tertentu yang merupakan pengecualian yang dijelaskan dalam fatwa:
  4. Orang yang betul-betul sakit / jelas-jelas terpapar virus harus mengisolasi diri, karena bisa menularkan pada orang lain. Jika dia yang memaksakan diri ke luar bebas, berarti telah berbuat bahaya pada orang lain. Kemaslahatan orang banyak harus menjadi perhatian.
  5. Pada daerah kawasan tertentu yang dipastikan ada wabah mengancam (sesuai dengan hasil analisis data yang benar oleh pihak yang mempunyai otoritas), baik karena adanya ancaman yang tinggi atau ancaman yang tidak terkedali, lalu mengharuskan ada kebijakan lockdown secara menyeluruh di daerah tersebut untuk menghentikan interaksi dalam rangka memotong lintasan virus, maka dapat diterapkan kebijakan tidak melaksanakan shalat Jum’at di daerah tersebut. Dengan demikian tidak boleh membuat gegampang untuk menghentikan shalat Jum’at. Selebihnya bertawakkal kepada Allah Swt dan memohon perlindungan-Nya.
  6. Sampai saat ini kondisi Jawa Timur insyaAllah masih kondusif sesuai dengan informasi dari pemerintah. Bahkan tempat-tempat keramaian termasuk tempat hiburan pun masih banyak yang buka / beroperasi, karena itu tidak ada alasan untuk meniadakan shalat Jum’at.
  7. Tetap mengharap agar melakukan ikhtiar dengan sedapat mungkin tidak datang pada keramaian yang tidak perlu dan memelihara kebersihan.
  8. Menegaskan kembali tashiyah sebelumnya:
  9. Mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk menyambut seruan Gubernur Jawa Timur yang telah meliburkan sekolah, dengan cara menjaga keluarga khususnya putra putrinya agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan penting, lebih-lebih jangan sampai puntra putrinya dibiarkan mendatangi tempat kerumunan massa seperti cafe-cafe, tempat hiburan dan mall. Kebijakan ini sejalan dengan ajaran Islam dalam menghadapi wabah penyakit.
  10. Mengajak kepada seluruh warga masyarakat khususnya umat Islam, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt agar terhindar dari musibah ini, dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah, meninggalkan perilaku dzalim, memperbanyak sedekah, meninggalkan permusuhan, karena adanya wabah virus corona bisa jadi merupakan peringatan dari Allah Swt agar umat semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
  11. Menganjurkan umat Islam untuk membaca do’a qunut nazilah di setiap shalat fardhu.
  12. Mengajak umat Islam agar menjaga kebersihan dan kesucian, memperbanyak wudhu dengan tata cara yang sempurna, khususnya saat mencuci tangan agar menggunakan sabun dengan cara yang sempurna, berkumur-kumur, membersihkan hidung, hal ini disamping merupakan kesunnahan dalam Islam, juga bisa mencegah dari penularan virus dan berbagai penyakit lainnya, sebagaimana disampaikan oleh para ahli.
  13. Menghimbau kepada warga masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, mengedepankan sikap saling membantu, tidak menyebarkan berita yang tidak benar.
  14. Menganjurkan kepada umat Islam yang akan berjama’ah ke masjid atau mushalla untuk menyiapkan sajadah yang bersih dari rumah.
  15. Mengajak umat Islam untuk senantiasa berpegang teguh pada pola hidup yang Islami, dimulai dengan makan, minum, berpakain, dan bermuamalah dengan yang lain untuk meraih ridha Allah Swt.

 

Surabaya, 22 Rajab 1441 H

                17 Maret 2020 M

Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur,

Ketua Umum – KH. Abdusshomad Buchori  

Sekretaris Umum – H. Ainul Yaqin, S.Si. M.Si. Apt.

 

PDF – PENJELASAN MUI PROVINSI JAWA TIMUR TERKAIT DENGAN FATWA MUI NO. 14 TAHUN 2020

You may also like

Leave a Comment